Hubungan Tingkat Kepercayaan Diri Dengan Jerawat (Acne Vulgaris) Pada Remaja
Oleh : Khairana Alifa Syafariah
NIM: C1AA18059
Kelas: 1A S1 Keperawatan
Rasa percaya diri penting dimiliki oleh setiap orang karena rasa percaya diri mendorong seseorang untuk menghadapi situasi dengan pikiran jernih dan menerima kelemahan diri sehingga tidak terpuruk pada perasaan bersalah dan rendah diri yang dapat menghambat dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Terkait dengan kepercayaan diri ini, Koentjaraningrat menyatakan bahwa salah satu kelemahan generasi muda atau remaja adalah kurangnya kepercayaan diri, dalam (Elga Elfina Ompi, Lydia David, H. Opod, 2016).
Remaja dalam perkembangannya, dihadapkan oleh berbagai perubahan, mencakup perubahan biologis dan psikologis. Perubahan biologis yang terdiri dari perubahan fisik merupakan pencetus yang berdampak pada tahap psikis. Perubahan kondisi fisik inilah yang berpengaruh pada kepercayaan diri. Penampilan fisik seperti wajah berjerawat yang tidak sesuai dengan gambaran ideal seorang remaja akan menimbulkan ketidakpuasan sehingga menimbulkan rasa kurang percaya diri. Dalam (Elga Elfina Ompi, Lydia David, H. Opod, 2016).
Jerawat atau dalam bahasa medisnya acne vulgaris adalah peradangan folikel sebasea yang ditandai oleh komedo, papula, pustula, kista dan nodulus ditempat predileksinya yaitu di wajah, leher, badan atas dan lengan atas. Berdasarkan penelitian Goodman, prevalensi tertinggi yaitu pada umur 16-17 tahun. Pada waktu pubertas terjadi peningkatan hormon androgen yang beredar dalam darah yang menyebabkan hiperplasia dan hipertrofi glandula sebasea, sehingga tidak heran angka kejadian jerawat paling tinggi pada usia remaja, dalam (Elga Elfina Ompi, Lydia David, H. Opod, 2016).
Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah karena banyak kesan yang terukir. Ditambah lagi masa ini, remaja masih dalam tahap pencarian identitas seperti diungkapkan Erickson, dimana remaja terkadang akan melakukan segala upaya untuk menunjukan identitas dirinya sesuai persepsi mereka (Hurlock, 1990;208). Banyak remaja mempersepsikan bahwa penampilan merupakan salah satu modal terbentuknya kepercayaan diri, sebagaimana Centil (1993;37) menyatakan bahwa penampilan fisik membawa pengaruh pada harga diri seseorang, dalam (Efa Wahyuni, 2007).
Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja akhir), permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan atau keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Salah satu perubahan fisik yang sering menjadi permasalahan pada masa remaja adalah jerawat yang disebabkan oleh peningkatan hormon dalam tubuh selama pubertas yang dapat merangsang kelenjar sebasea menjadi lebih aktif dan menghasilkan minyak yang berlebihan sehingga terjadi hiperplasia dan hipertrofi dari glandula sebasea (Nita, 2008), dalam (Derianggraini, 2012).
Jerawat (acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang tidak terlalu serius dan dapat hilang dengan sendirinya, namun memberikan dampak psikologis yang besar. Masalah jerawat sering terjadi pada bagian muka, punggung, dan dada. Masalah ini memberi kesan psikologis yang buruk pada remaja, terutama remaja dalam rentang usia sekolah. Remaja yang mengalami masalah jerawat sering kali mempunyai masalah yang berkaitan dengan gambaran diri, kepercayaan diri, pergaulan sosial, kemurungan, dan kegusaran (Ibrahim, 2006), dalam (Derianggraini, 2012).
Adanya jerawat menyebabkan perubahan dalam penampilan yang mengakibatkan seseorang berespon terhadap perubahan tersebut. Pernyataan ini diperkuat dengan pernyataan Hurlock (2009) bahwa perubahan fisik sering disertai perubahan kepribadian yang berpengaruh terutama pada konsep diri. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa efek utama yang ditimbulkan oleh jerawat adalah pada psikologis seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi (Bungawangi, 2008), dalam (Deri Anggraini, 2012).
Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa efek utama yang ditimbulkan oleh jerawat adalah pada psikologis seseorang, seperti krisis percaya diri atau minder dan depresi (Bungawangi, 2008), dalam (Derianggraini, 2012).
Jerawat biasanya di mulai pada awal pubertas dengan peningkatan produksi minyak wajah, dan komedo pertengahan wajah diikuti oleh lesi infeksi. Jerawat dini (sebelum usia 12 tahun) biasanya lebih komedonal daripada inflasi, mungkin karena orang-orang tersebut belum mulai menghasilkan sebum yang cukup untuk mendukung sejumlah besar Proprionibacterium Acnes, dalam (Hywel C Williams, Robert P Dellavalle, Sarah Garner, 2012).
Jerawat vulgaris mempengaruhi sekitar 45 juta individu di Amerika Serikat. Pathogenesis jerawat adalah proses yang kompleks melibatkan banyak factor, termasuk kekebalan bawan, pengaruh hormon dan genetika. Dampak dari faktor lingkugan termsuk peran diet dalam pathogenesis jerawat masih dijelaskan. Penelitian awal tentang hubungan antara diet dan jerawat menghasilkan hasil yang beragam, dalam (Caroline L. LaRosa, MD, 2016).
DAFTAR PUSTAKA
Wahyuni,E. (2007). Hubungan persepsi tentang jerawat dengan kepercayaan diri remaja akhir.
Elga Elfina Ompi, Lydia David, & H. Opod, (2016). Hubungan Tingkat Kepercayaan Diri Dengan Jerawat (Acne Vulgaris) Pada Remaja.
Deri Anggraini, (2012). Hubungan Gambaran Diri Dengan Interaksi Sosial Pada Remaja Yang Berjerawat (Acne Vulgaris) Di Sman 3 Padang Tahun 2012.
Hywel C Williams, Robert P Dellavalle, Sarah Garner, (2012). Acne Vulgaris. www.lancet.com Vol 379 January 28, 2012.
Caroline L. LaRosa, MD, Kim A Quach, MD, Kristen Koons, BS, Allen R Kunselman, MA, Junjia Zhu, PhD, Diane M Tholboutot, MD, and Andreas L Zaenglein, MD, Hersbey, Pennsylvania (2016). Consumption of dairy in teenagers with and without acne. the American Academy of Dermatology, Inc. Vol. 75, No

bermanfaat kaka
BalasHapusππ
BalasHapusSangaat bermanfaatπ€
BalasHapusAlhamdulillah dapet ilmu baruπ
BalasHapusSangat bermanfaat kakakππ»
BalasHapusπ
BalasHapusSangat bermanfaatπ€π€π€
BalasHapusππ»ππ»
BalasHapusNiceπ
BalasHapusAku tipe orang yg jarang sekali berjerawat tapi ini bermanfaat sekali buat aku π
BalasHapusbener bgt, jerawat suka bikin gak pede. thanks infonyaπ
BalasHapusIyaa sangat membuat diriku jadi tidak pede, keluar aja jadi harus pakai masker. Terima kasih ya . Ini sangat membantu
BalasHapusπππ
BalasHapusterimakasih infonya sangat bermanfaat π
BalasHapusManfaat bgt sisπ
BalasHapusHaduuh kak bermanfaat sekali untuk kehidupan saya ,, untuk style saya untuk kegantengan saya juga
BalasHapusTerima kasih kak bermanfaat bgt nih ilmu baruππ
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali π
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih ilmunya❤
BalasHapusSemangatπ»
BalasHapusππ
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusPokonya luv♥
BalasHapusTerimksih, sgt membantu
BalasHapusππ
BalasHapusMksh ka
BalasHapusTerimakasih informasi yg bermanfaat
BalasHapusπππ
BalasHapusπ
BalasHapus